Kadang kita tahu pribadi seseorang yang sesungguhnya saat orang tsb lagi marah. Kemarin siang.. aku badmood parah.. di tempat keramaian panas dan penuh mata jelalatan dari mas b. Aku setuju aja mengabadikan momen kebersamaan atau keberadaan kita di suatu tempat dengan berfoto, tapi kalau lebay apa-apa foto, dikit-dikit foto, malah kita kehilangan momen diri sendiri yang hidup pada saat itu, menurut ku lho ya. Ya karena dari awalnya emang udah malas mau pergi kesitu. Bayangan ku Sumbermanjing Surabaya itu 5 jam sendiri perjalanannya, ditambah mampir" di saat kondisi lebaran yang semua tempat wisata itu ramai jalan ramai, aduh maaf itu bukan aku banget.
Lirikan itu masih aku ingat. Sindiran waktu aku ngefoto di rumah. Tarikan, umpatan. Tapi yasudah siapa yang mau peduli. Tetep aja semuanya menyalahkan aku kan. Sampai kita menyadari bahwa ternyata kita tuh emang ga punya siapa-siapa disini, di keluarga sendiri bagai tamu, di keluarga suami dianggap orang baru.
Masa bodo aja terhadap pandangan orang lain terhadap kita. Semua orang pada dasarnya sama, mempunyai asas kepentingan masing-masing. Bahkan sosok yang status nya suamiku pada saat itu aku merasa menjadi orang asing, it's ok. Biar jadi lecutan semangat untuk lebih baik kedepannya, lebih mandiri. Tidak ada tempat bergantung, harapan yang digantungkan sering berujung kekecewaan ketika hal tsb disandarkan pada manusia. Ga masalah, lebih baik mandiri dan ga menggantungkan hidup/ kebahagiaan pada orang lain. Berdaya dan merdeka secara mandiri lebih menyenangkan, itu pasti.
Ya Allah,..saya berharap tahun ini saya bisa wisuda, dan bekerja di tempat terbaik menurut Engkau. Saya takut meminta, karena melihat dosa saya diantara banyaknya nikmat Mu rasanya tidak pantas saya masih meminta kepada Allah.. tapi jika bukan kepada Allah, kepada siapa lagi saya harus meminta.
Saya mohon Ya Allah,. Jadikan saya berprofesi sebagai PNS jika memang itu yang terbaik. Saya mohon perbaiki sikap ucap dan kepribadian saya. Ya Allah semoga lebih banyak perempuan yang sadar bahwa menikah bukanlah penghilang masalah atau kesedihan, tapi bekerja keras dan meraih cita-cita adalah kuncinya. Bismillahirrahmanirrahim
Komentar
Posting Komentar