Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Tinggi

Hari ini aku sengaja ngga nge chat duluan atau banyak tanya2 dan mengingatkan ini itu seperti biasanya. Sesekali aku pengen di perlakukan seperti itu. Di perhatikan, di khawatirkan, di anggap sebagai istri. Ternyata harapan ku terlalu tinggi rupanya. Chat kemarin malam aja cuma di baca, sekalipun online terus. Baru ngechat sekali, udah pakai emosi. Barangkali harapan ku terlalu tinggi, atau aku yang terlalu tinggi hati, harusnya memang aku sadar diri. Siapa aku di hatimu. Tolong. Tolong, jangan selalu merasa benar Mas. Jika kamu anggap uang transferan​ itu mewakili semua tanggung jawab mu terhadap istri. Yang harus kamu tahu adalah, bahwa bukan itu sumber kebahagiaan nya. Kehadiranmu​. Itu. Kalau seperti ini. Apakah pikiran ku masih di persalahkan? Ketika sikap terhadap istri nya seperti ini dan untuk pacar nya semua serba spesial dan selalu ada. Sadar diri ariii 😶

Alhamdulillah

Solusi atas segala permasalahan adalah BERSYUKUR. Tidak ada alasan yang membuat untuk tidak bersyukur. Bagaimana pun Mas Bambang. Berkaca dari orang-orang terdekat. Mbak Vivi terlihat sangat menyenangkan, bisa touring setidaknya sebulan duakali. Namun sadarlah, Mas bukannya tidak ingin mengajak have fun menikmati alam. Mas lebih memikirkan persiapan dan mematangkan masa depan. Sebenarnya hampir tiap bulan aku juga touring sih, perjuangan buat ketemu dari Surabaya Jakarta kan juga perjalanan, naik pesawat lagi. Dan, Kondisi rumah tangga Mbak Vivi dan rumah tangga ku bersama Mas berbeda. Mbak Vivi dan Mas Afan sama-sama bekerja, sedangkan suamiku sangat baik dengan hanya mewajibkan ku menjadi istri seutuhnya dan fokus kuliah. ALHAMDULILLAH.. Adek Ilil dan Adek Oji begitu bahagianya bisa ketemu tiap hari. Yang harus selalu di ingat adalah LDR bukan keinginan Mas atau kemauan ku. Terpisah jarak adalah sebuah keterpaksaan. Sabar. Kan lebih seru.  Ketemu-ketemunya kangen-kangenan, ...

Ada

Ada yang harus di dahului bertanya baru tahu kabarnya, ada yang care dan menenangkan, ada yang selalu membuat terkejut takjub. Ada yang sesekali mengingatkan waktu makan, ada yang membelikan sekaligus mengantarkan makan, ada yang di akhir bulan rela tidak makan kemudian menyuapkan. Ada yang ketika hendak pergi sekedar pesan untuk hati-hati, ada yang saking khawatirnya tidak akan membiarkan pergi sendiri, ada yang selalu ada untuk menemani kemana akan pergi. Ada yang untuk sekedar mengingat nama ternyata susah, ada yang hafal dan tahu seluk beluk semua, ada yang mengerti dan menerima apa adanya. Ada yang mulia dengan baru mulai belajar Hijaiyah, ada yang senantiasa mengajak bersama bertilawah, ada yang merangkul untuk menghafal ayat Nya. Ada yang berkata jangan menangis ketika tangis berderai, ada yang mengusap tangis dengan canda tawanya, ada yang meminjamkan bahunya kemudian mendekap hangat. Ada yang bentuk pertanggungjawaban dengan di penuhi segala keperluan bulanan atau dengan...