Aku trauma diberi sesuatu oleh manusia siapapun dia. Karena yang dapat kupelajari selama ini semacam ada hukum tidak tertulis bahwa ketika orang lain memberi kita sesuatu, maka di waktu yang berbeda orang tersebut mengharapkan pemberian dari ku, apalagi ketika aku terlihat sedikit berpunya.
Fyi, pemikiran di atas aku peroleh setelah ibuk bapak ku meninggal. Banyak orang yang kutemui dan pernah memberiku memang begitu.
Tersisa kah orang tulus di dunia ini ya Allah?
Aku lagi sedih pengen tahu baxo, tapi ketika aku ingat bahwa aku pernah beli sekotak tahu baxo yang kuhabiskan sendiri sedihku menjadi berkurang, dan sekarang aku mulai berpikir besok atau lusa aku bisa membelinya sekotak lagi dan kuhabiskan sendiri seperti kala itu, sedihku musnah.
Aku belajar untuk membatasi merepotkan orang lain,
Meminta ketika sudah terpaksa
Mandiri mandiri mandiri
Bersama orang-orang, bahagia itu ketika bisa memberi.
Bersama Allah, akan selalu bahagia karena senantiasa diberi bahkan tanpa diminta.
Aku merasa gak punya siapa-siapa di dunia ini. Hmm lebih tepatnya, aku harus menyadari bahwa aku adalah seorang pribadi jadi aku harus mandiri, kehidupan ku bertemu dengan orang orang ada yang cukup lama tinggal bersama, ada pula yang cukup singgah.
Aku pesimis punya cinta sejati, karena terhadap pemberian saja dia bisa perhitungan, terhadap waktu saja dia terlalu banyak menghabiskan bukan untukku, dan sedikit egois.
Kenikmatan dan kepuasan yang aku butuhkan sebelum menikah tidak pernah kudapatkan darimu hingga saat ini.
Yang terlihat tampak seperti kamu salah banyak dalam pandangan ku, karena kamu tidak pernah terlihat berusaha membuatku bahagia.
Kehidupan dunia itu keras. Iya nih aku mulai merasakannya.
Komentar
Posting Komentar