Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Bukan pasangan

Katanya pasangan, tapi tidak pernah berada di pihak mu, selalu membela yang lainnya dari pada kamu, perasaan yang lainnya lebih penting, yang lain selalu tampak lebih baik. Aku?? Ya jelas ga ada apa-apa nya Mimpi mu yang mana yang telah di support nya, ga ada kayaknya Tiap di jalan mata selalu jelalatan, ya ga heran kalau jauh selingkuh pun bisa terjadi Yang paling salah ya diri sendiri, mau aja nerima orang ga jelas, bacaan Al Qur'an nya, sholatnya, akhlak nya Makin males makin sedih makin muak Baru 2 tahun tapi udah males mau menjalankan kehidupan rumah tangga yang begini, lebih baik sendiri dengan banyak sipus 😻

Terimakasih atas Celaan mu

Kalau hari ini ada yang tidak menghargai masakan mu dan bilang masakan mu ga enak. Entah yang bilang begitu mertua, saudara, suami, atau orang terdekat lainnya, tetap semangat belajar masak ya😘 Duluuuuu bangetttttt, saya pernah di posisi 'itu' kok😂 Saat itu saya merasa bingung dan sedih sih. Tapi saya tetep belajar, mencoba lagi dan terus. Sampai saat saya menikah, Sabtu malam Minggu adalah jadwal kami makan di luar, dan makan di manapun itu, harganya yang mahal sekalipun, di suapan ketiga atau pertengahan makan suami selalu bilang bahwa "tidak ada yang ngalahin masakan istriku" 😜 Dari situ saya jadi makin semangat buat belajar masak, masak yang lezat dan sehat. Hingga sampai sekarang ini, saya sering mendapatkan DM dari seorang istri atau seorang ibu yang bercerita senang dan cocok terhadap resep yang saya bagikan. Masya Allah, Alhamdulillah terharu ❤️ Nilai dalam cerita yang ingin saya sampaikan: Pentingnya menjaga ucapan, mes...

Maaf

Maaf aku udah jahat hari ini Kamu menjahit celana mu sendiri Maaf aku ga bisa seperti dulu Saat sebelum kamu menduakan ku Sulit melupakan ini Mengingat baru saja terjadi Dan ini adalah yang pertama kali Tega sekali sampai hati mengkhianati Aku memang tidak cantik Tak pandai bersolek Karenanya aku akan segera pergi Kita tidak bisa seiring Sampai kapan pun ga bisa Aku akan pergi tanpa pamit Maaf ya

Kesimpulan

Jadi ketika bersama janda selingkuhan mu kamu ga pegang HP sama sekali, karena sibuk berbincang-bincang dengannya Lain halnya ketika bersama ku, HP jauh lebih menarik dari aku, sehingga sepanjang hari kamu tidak bosan dengannya Kapan aku kamu ajak ngobrol? Kapan kamu mengawali ngobrol? Apa aku harus marah setiap hari? Sampai kapan aku bertahan di keadaan ini? Kamu bisa mencium perempuan lain Maka aku bisa memalingkan hatiku terhadap dirimu Balas dendam terbaik adalah menjadikan diri lebih berkualitas Ok. Aku akan segera menyelesaikan studi ku, segera kerja, dan dengan langkah yang mantap aku akan meninggalkan mu, merelakan mu bersama dengan orang lain. Maaf aku tidak bisa menua dengan seorang yang mudah tergoda, apalagi cuma sama janda yang kegenitannya tidak cuma kepada mu. Kamu terlalu murah. Secepatnya aku ingin bangkit dari kondisi ini, bismillah

Untuk Apa

Jadi untuk apa dipertahankan lagi? Apa yang mau dipertahankan? Bukan menuntut, jika itu hak. Selama ini aku selalu menunaikan kewajiban ku, tanpa tapi. Dan yang terjadi dia menilai ku buruk akhir-akhir ini karena semenjak aku tau perselingkuhan itu, sampai mata dan hati ku terbuka. Aku tidak pernah merasakan menjadi seorang istri. Mungkin ini hukuman dari Allah, menikah dengan dia yang tidak dekat dengan Nya Rasanya cukup. Udah gak kuat. Stok sabar ku kian menipis. Saat ini yang kuinginkan dan kuusahakan adalah: Secepatnya segera lulus, kerja, dan mengajukan gugatan cerai. 1. Ketika nafkah lahir yang yahhh... Ga lebih ga kurang, standard, tapi ga sesuai dengan apa yang telah tak korban kan demi dia. Sebelum menikah aku bisa hidup kalo cuma kayak gini. 2. Gaperna bisa tau rasanya nikmat berhubungan seks. Yang penting hajatnya selesai ya udah. 2 tahun begitu terus, capek. Jauh tidak sesuai dengan kalo lagi chat seks sama janda itu. Sakit hati