Hai blog! Di Instagram dan Facebook lagi rame soal pelakor nih. Komentar negatif memenuhi postingan tersebut. Gerah aku bacanya. Dan seperti sebelum"nya yang kena kemarahan netizen hanyalah pihak ketiga alias pelakor, yang laki-laki.. hmm
Perselingkuhan bisa terjadi karena banyak faktor, masing-masing pihak sedikit banyak menyumbang kesalahan, dan menurut ku yang paling salah adalah "pihak suami" karena dia itu ibaratnya kunci gitu loh, karena...
1. Mau secantik seseksi apapun pihak ketiga yang datang menggoda, selama si laki-laki ga noleh ga akan terjadi yang namanya perselingkuhan, cuma kadang emang iman sedang baik turun sehingga lupa dengan yang dirumah, apapun alasannya entah iseng, kasihan, menolong janda selagi kamu melakukannya dibelakang istri sah dan kamu tidak ingin istri sah kamu mengetahuinya, itu selingkuh.. awalnya kan saat ada yang kamu sembunyikan dari pasangan sah mu, dimana sebelum sampai pada main backstreet dari istri sah sudah pasti hati nurani kamu bergejolak mau *lanjut* ataukah *berhenti* sekarang juga
2. Mau seburuk apapun kondisi rumah tangganya akan menjadi baik kalau mau memperbaiki apalagi kan dia kepala keluarga, bukan mempersilahkan tamu untuk jadi selir keegoisan mu, terus kalau sudah capek backstreet kondisi lagi anget"nya sama selingkuhan akhirnya go publik dan menyalahkan pasangan sah karena dianggap ga becus jadi istri. Pemarah lah, kurang perhatian kurang ina inu anu, huhhh.
3. Tamu yang tidak mengetuk pintu tapi gedor-gedor pintu bahkan manggil tukang duplikat kunci, untuk memaksa masuk pada sebuah rumah. Tidak dipungkiri memang ada perempuan seperti itu. Yang secara nyata ingin merusak kebahagiaan perempuan lain demi kebahagiaannya sendiri, miris banget. Gedor" pintu ibarat dia menawarkan dirinya ke pasangan orang lain dengan waktu yang intens, manggil tukang duplikat kunci ibarat pergi ke dukun. Itu faktanya, sediiihhh sediiihhh pokoknya kalau bahas ini
Saya ingin setiap istri yang suaminya berselingkuh, menyadari bahwa:
1. Hatimu benar terluka, sakit, cemburu, kecewa, marah, tidak terima. Itu semua manusiawi, sakit kecewa marah secukupnya saja. Perasaan cemburu lebih baik segera diakhiri, sekalipun kamu tau kalau selingkuhan suami kamu jauh lebih muda, lebih cantik, lebih kaya, atau lebih yang lainnya, kamu tidak perlu berkecil hati, lalu tidak percaya diri sehingga menimbulkan cemburu hati, karena PEREMPUAN BAIK TIDAK AKAN MENJADI PELAKOR, artinya dia tidak baik, dia menikmati yang bukan haknya dan kamu harus tetap hati-hati terhadap hati, lebih baik tidak mencari" tahu tentangnya sekalipun hati dan pikiran bergejolak ingin tahu, karena kebanyakan pelakor "lemas mulut" selalu suka playing victim, merasa menjadi korban, dengan mudah dia bilang ke kamu kalau suamimu yang menggoda duluan, atau lebih parahnya dia akan menyalahkan mu karena kurang baik menjadi istri. Jangan didengarkan, apalagi difikirkan, kamu terlalu berharga.
2. Bersyukurlah.. Tuhan telah mengambil seorang yang buruk dari lingkungan kehidupan kamu. Pengkhianat ya pengkhianat aja gitu, sama janji suci di hadapan Tuhan aja dia berani, apalagi yang lainnya ya kan. Ikhlaskan laki-laki seperti itu, karena kamu juga berhak bahagia
3. Peluk hangat untuk semua istri yang diuji dengan suami yang tidak setia, semoga dengan hal ini kita bisa menyadari bahwa kasih sayang dan cinta terbesar dan tersetia adalah Tuhan kita.
Untuk pelakor:
1. Selamat, kamu berhasil merusak rumah tangga seseorang, tak mengapa barangkali hanya itu yang bisa membuatmu bahagia
2. Terimakasih, kehadiran kamu mempermudah saya untuk bisa membuang sampah pada tempatnya
3. Tuhan Maha Adil ^^
Komentar
Posting Komentar