Sebelum pembahasan tentang bully dan body shaming serame hari ini, ternyata aku baru sadar bahwa perlahan aku mulai melalui masa-masa itu
Pelaku body shaming dan bully yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakak kandung sendiri, dan juga bude, mereka semangat dan senang sekali melakukannya tanpa perduli sama sekali dengan apa yang saya rasakan
SMP adalah masa dimana aku merasa ada beberapa cowok yang secara langsung menampakkan maupun bilang kalau dia suka sama aku, banyak orang bilang saya putih dan cantik, tapi tidak dengan bude dan mbak saya itu
Kalau di runtut, saya mulai mengalami body shaming dan bully itu semenjak kelas 5 SD sampai kuliah semester pertengahan, jadi -+ berlangsung selama 10 tahun, WOW ya gimana lagi kan emang serumah
Sedikit cerita, saya semenjak kelas 4 SD yatim piatu, kemudian ikut tinggal bersama bude, nah mbak saya itu ikut bude semenjak kecil, hingga akhirnya saya menikah dan tidak tinggal di situ saya bersyukur luar biasa kepada Allah, Alhamdulillah.. saya mulai merasa lebih baik, saya mulai paham dan menyadari bahwa orang yang cantik atau bagus secara fisik memang membuat menarik, tetapi banyak orang di luar sana menjadi berharga dan berarti di lingkungan sekitar bukan sekedar karena kecantikan atau ketampanan nya saja, dan yang paling penting adalah sikap dan perilakunya
Beberapa kata yang mereka katakan, yang hampir membuat ku marah pada Tuhan kenapa aku terlahir begini:
1. Katanya aku ini yang paling jelek di antara saudara" yang lain karena bibirku yang lebar
2. Katanya keringat ku ini baunya seperti air pipisnya tikus bayi
3. Katanya aku ini wajahnya bosenin, karena aku gak punya lesung pipi
4. Katanya aku ini pendek, badannya jelek gak mbody
5. Katanya aku jelek karena warna kulitku yang putih, tapi putihnya aneh dan mengkilat
Aku memang tidak terlalu cantik, atau aku memang tidak secantik sebagaimana definisi cantik yang kalian bayangkan, tapi haruskah keluar kata-kata menyakitkan disebabkan hal itu 😭
Dampak dari bully dan body shaming yang berasal dari rumah dan berlangsung lama banget itu, sempat melahirkan aku menjadi sosok yang tidak percaya diri dan minder
Karena di rumah aku memang diperlakukan berbeda, aku bahagia banget ketika berada di sekolah, dan karena kebahagiaan ku itu aku dibilang endel/ centil. Sampai saya menyadari bahwa ketika seseorang pada dasarnya tidak suka, maka apapun yang dilakukan oleh orang itu selalu salah dimatanya, saya sempat murung dan menjadi pendiam pada saat itu sedih dan tangis menjadi teman sehari-hari
Berlanjut ke masa SMA, bully an masih berlangsung dan saya terima. Pernah suatu saat saya membeli pembersih muka Pond's yang warna hijau/ biru gitu yang untuk wajah berminyak, dan saat di depan rumah posisinya banyak tetangga yang sedang cangkruk bude bilang kalau wajah saya di macam-macam in, rusak berjerawat, jelek. Saya langsung masuk rumah dan menangis, menyesal.. kenapa saya ini tadi beli Pond's, yang dalam anggapan saya hal tsb normal sebagaimana yang saya tahu seumuran teman-teman saya pada masa itu sudah banyak yang mulai perawatan ke dokter kecantikan kayak Natasha,.. maupun pakai Ponds juga.
Pada saat saya SMA kelas 2, saya mewakili kelas saya X-9 untuk mewakili di ajang pemilihan Putera Puteri SMABHATIG, waktu itu bersaing dengan 10 pasang calon putra putri, akan dipilih 1 pasang putra putri 201* dan putra putri favorit atau yang juara duanya gitulah.. pengumuman hasilnya benar-benar diluar dugaan,.. saya terpilih menjadi Putri Favorit, aduh kalau ingat itu saya malu,. Karena peserta lainnya tuh luar biasa semu bajunya bagus-bagus sementara saya cuma pakai --- aduh ga sanggup bilangnya akutu antara malu dan sedih wkwkwk, pas setelah tes tulis dan psikologis, waktu unjuk bakat beberapa nyanyi dengan suara merdunya, beberapa story' telling berbahasa Inggris, beberapa main musik, saya ya nyanyi, menyanyi lagu kasih ibu kepada beta sambil membayangkan wajah almarhumah ibu saya, yang saya ingat pada waktu itu semua ikut menyanyi. Acara selesai waktunya pulang ke rumah, aku ingat waktu itu aku pulang jalan kaki dengan perasaan senang, sampai dirumah aku bilang kalau aku memang pemilihan putra putri, dan respon bude adalah --- gausa ikut lomba menye" endel"an gak suka blas aku !!! Dan lainnya dan lainnya banyak sekali, dan saya menangis lagi. Sejak saat itu saya mulai takut untuk terbuka bercerita suatu hal.
Masa-masa SMP-SMA saya lalui dengan penuh air mata hampir setiap harinya, setiap pagi berangkat sekolah tempat yang saya tuju adalah musholla sekolah, saya sholat dan nangis sepuasnya, setiap hari saya mendengar amarah yang ditujukan kepada saya meskipun kadang saya berbuat kesalahan seperti lupa cuci piring saat sore hari ataupun lainnya, karena ya jujur saya capek, begitu berlangsung setiap hari, sejak SMP saya ga pernah dikasih yang jajan, saya mendapat dari saudara yang berkunjung dan memberi saya uang saku, begitu. Udah deh ceritanya kau sedih kalau ingat-ingat
Masa kuliah sebenarnya sudah mulai berkurang body shaming dan bully an nya,.. apalagi saat semester 2 saya pindah kampus karena ikut SBMPTN dan lolos beasiswa full di salah satu PTN, mereka perlahan berubah, saya juga heran, kalau yang dibilang Lek Umi yang tidak lain adalah adek bude, mereka semua yang ada di rumah itu mulai merasa kehilangan saya karena hampir semua pekerjaan rumah saya yang mengerjakan, sementara saat saya kuliah saya nge-kost nah ini juga masa bahagia ku dimulai..
Bersambung--
Komentar
Posting Komentar