Jadi untuk apa dipertahankan lagi?
Apa yang mau dipertahankan?
Bukan menuntut, jika itu hak.
Selama ini aku selalu menunaikan kewajiban ku, tanpa tapi.
Dan yang terjadi dia menilai ku buruk akhir-akhir ini karena semenjak aku tau perselingkuhan itu, sampai mata dan hati ku terbuka.
Aku tidak pernah merasakan menjadi seorang istri.
Mungkin ini hukuman dari Allah, menikah dengan dia yang tidak dekat dengan Nya
Rasanya cukup. Udah gak kuat. Stok sabar ku kian menipis.
Saat ini yang kuinginkan dan kuusahakan adalah:
Secepatnya segera lulus, kerja, dan mengajukan gugatan cerai.
1. Ketika nafkah lahir yang yahhh... Ga lebih ga kurang, standard, tapi ga sesuai dengan apa yang telah tak korban kan demi dia. Sebelum menikah aku bisa hidup kalo cuma kayak gini.
2. Gaperna bisa tau rasanya nikmat berhubungan seks. Yang penting hajatnya selesai ya udah. 2 tahun begitu terus, capek. Jauh tidak sesuai dengan kalo lagi chat seks sama janda itu. Sakit hati
Komentar
Posting Komentar