Satu detik setelah menulis judul postingan kali ini
SIPUS menghampiri dan bergulat manja di atas perut ku
Rasanya kalau sudah gini sangat susah untuk tidak berhenti menitikkan air mata
Jadi beberapa hari terakhir saya kangen sekali dengan almarhum bapak dan almarhumah ibu
Orang-orang terbaik ku meninggalkan ku lebih dulu dan sudah lama
Aku sangat senang membayangkan dan mengadaikan jika saja ibuk masih di sini
Hari-hari ku mungkin tidak seberat atau sesepi ini
Ya itu cuma andaikan, mungkin saja atau absurd saja
Yang membuat ku sedih hari ini, aku minta uang ke suami 300 rb untuk aku kasihkan ke PO buat acara idul Adha di rumah yang ingin membeli kepala sapi
Tapi gak di kasih dan malah mencaci
Apakah dia lupa dia yang melarang ku kerja, punya anak dulu, tapi kalo kebutuhan ku belum bisa dipenuhinya gimana aku bisa yakin untuk mengambil jalan menjadi full ibu rumah tangga?
Yang istrinya TNI aja masih bingung nyari kerja, gimana suami aku yang cuma karyawan swasta biasa?
Pusing gaksi
Cuma butuh pelukan mu buk gini ini..
Orang yang tidak bermuka dua di hadapan ku..
Sosok yang harapan terbesarnya adalah melihat ku bahagia..
Buk, aku kangeenn..
Komentar
Posting Komentar