Hari ini aku sengaja ngga nge chat duluan atau banyak tanya2 dan mengingatkan ini itu seperti biasanya.
Sesekali aku pengen di perlakukan seperti itu. Di perhatikan, di khawatirkan, di anggap sebagai istri.
Ternyata harapan ku terlalu tinggi rupanya. Chat kemarin malam aja cuma di baca, sekalipun online terus. Baru ngechat sekali, udah pakai emosi.
Barangkali harapan ku terlalu tinggi, atau aku yang terlalu tinggi hati, harusnya memang aku sadar diri. Siapa aku di hatimu.
Tolong.
Tolong, jangan selalu merasa benar Mas.
Jika kamu anggap uang transferan itu mewakili semua tanggung jawab mu terhadap istri.
Yang harus kamu tahu adalah, bahwa bukan itu sumber kebahagiaan nya.
Kehadiranmu. Itu.
Kalau seperti ini. Apakah pikiran ku masih di persalahkan? Ketika sikap terhadap istri nya seperti ini dan untuk pacar nya semua serba spesial dan selalu ada.
Sadar diri ariii 😶
Komentar
Posting Komentar