Problematika berbalut Romantika
Duhhh, tittle nya. Mau berbagi pengalaman pernikahan saya di usia yang sangat baru ini ya Ibu Ibu... Sabtu 21 Januari 2017 dan hari ini Rabu 26 April 2017. 3 bulan 5 hari.
Tantangan dalam setiap rumah tangga itu berbeda-beda. Misal rumah tangga A tantangannya adalah berwarna ungu, B ungu muda, C ungu tua, D ungu keabu-abuan, E ungu kemerah-merahan, begitu seterusnya. Berbeda. Beragam. Tidak sama.
Ada yang bilang, tahun-tahun pertama pernikahan adalah masa pengenalan. Perasaan seperti "kenapa tak seindah waktu seperti sebelum menikah?" Atau, "saya tidak menyangka ternyata kamu..."
Hal seperti itu tidak jarang akan menghiasi hari-hari. Yang ternyata.. menurut yang sudah bertahun-tahun pacaran kemudian memutuskan untuk menikah, akan juga menemukan "dia yang lain" di awal tahun pernikahan.
Terbayang masa lalu suami. Itulah tantangan awal yang harus kami taklukkan di awal pernikahan kami. Bayangkan ya ibu-ibu.. suami sudah beberapa kali pacaran, mengakui kalau dulu sayang, dan menurut pengakuannya lagi dia selalu serius dalam menjalin hubungan, pacaran bertahun-tahun dengan niat menikah. Dan selalu bahkan berkali-kali jika saya bertanya kenapa kok ngga jadi menikah? Jawabannya selalu.. ya karena memang bukan jodohnya.
Jawaban yang sangat tidak memuaskan untuk saya sebagai perempuan. Sekalipun jawaban tersebut benar adanya.
Akhirnya, jadilah saya detektif dadakan, bekerja dengan penuh dedikasi yang bayarannya adalah informasi. Bayaran termahal dari pengalaman pengalaman bekerja sebelumnya. Puas sekaligus was-was dan lemas yang akhirnya membuat tidak waras.
Lumayan lah hasil penelitian ku, memperoleh informasi yang bahkan sama sekali tidak pernah diucapkan oleh suami dengan sumber yang dapat dipercaya, orang terdekat suami (keluarga) juga nekat bertanya langsung kepada Mb mantan tentu dengan penyamaran sebagai anonymous , dan ketika di lain waktu kutanyakan dibenarkan, diiyakan oleh suami.
Hiksss. Ini nih yang disebut kemenangan membawa derita. Belum siap menerima kenyataan yang lalu. Yang kemudian akan berhenti pada pernyataan, lebih baik tidak perlu tahu, cuma butuh keikhlasan untuk menerima, dan lebih fokus di hari ini dan masa depan.
Nah , semoga tidak ada lagi yang membuang-buang waktu untuk sesuatu yang sangat menguras energi dan hasilnya menyakitkan. Yaitu ngorek-ngorek masa lalu suami TAPI belum siap dengan apa yang terjadi setelah mengetahuinya. Permasalahan baru akan timbul yaitu MEMBANDINGKAN.
Kenapa Mas ngga pernah ngajakin ke pantai padahal sama pacarnya dulu sering ke pantai. Kenapa aku minta sepeda ngga di beli-belikan tapi sama Mb mantan kredit motor pun dibayarin. Kenapa waktu aku sakit Mas tetep sibuk sama kerjaan sedangkan sama Mb mantan orang tua nya yang sakit dibela-belain segala macam. Kenapa buat Mb mantan ada jatah bulanan buat make up buat aku ngga. Kenapa ngga ada surprise buat aku? Kenapa untuk ketemu aku harus merengek, sedangkan sama Mb mantan hadir tanpa diminta. Kenapa aku baru minta laptop untuk kebutuhan kuliah udah di bilang matre, tapi buka usaha 20 juta tiada untung yang dikelola Mb mantan ngga ada cap matre? Kenapa!? Kenapa!? Kenapa!? Lahirlah banyak kenapa kenapa.
Terus, penemuan tentang suami yang masih suka stalking mantan-mantannya di sosmed. Atau kenangan-kenangan foto bersama, yang menjijikkan, huh, hadiah ulang tahun yang masih tersimpan di kamar.
Padahal kalau mau berpikir positif dan objektif, stalking kan dulu yang penting komunikasi full untuk istri, lagian itu foto dengan mantan pacar pertamanya, itu berarti di pacaran yang kedua ketiga keempat masih disitu.
#berontaklagi ya tetap aja, itu membuat ku tidak nyaman, dan aku nggak mau disamakan dengan mantan nya, aku istrinya.
Alhamdulillah, lagi-lagi Allah sangat Maha Baik. Diperjumpakan dengan orang-orang yang penuh Wisdom. Kak Key, Ustadzah Ari, Adek Ilil. Kalau tempat curhat yang paling baik jelas ke Allah ya, dan melalui mereka adalah visualisasi nya aja.
Kalut. Hancur. Terluka. Karena........
Kita sering lupa bahwa: apa yang kerap kita pikir dan sangkakan, malah bakal kejadian beneran. Hal buruk atau hal baik itu sebenarnya bermuara dari diri kita sendiri. Perempuan yang cerdas mampu merubah padang pasir menjadi taman bunga. Anggaplah padang pasir itu adalah pikiran-pikiran buruk. Waspada perlu. Tapi bukan dengan suudzon melulu. (Kak Key)
Semua orang pasti punya masa lalu, seburuk apapun masa lalu itu sudah berlalu, ada di belakang. Semua orang itu bermetamorfosis. Sudah. Pikirkan yang ada sekarang dan masa depan, jangan terlalu menoleh ke belakang nanti malah NABRAK. (Dek Ilil)
Dan memang seseorang itu biasanya tidak suka diungkit masa lalunya, terlebih bila dirinya berusaha melupakan tetapi justru orang terdekat yang mengungkit apalagi sampai interogasi. Seorang istri layaknya Lebih percaya terhadap suaminya dari pada perasaannya sendiri. Terlebih bisa jadi itu adalah was² syaithon saja yang TIDAK suka dengan hubungan baik akan suami istri. Kejadian itu kan sudah berlalu. Yang penting kan sekarang, yang lalu biarlah berlalu. Toh sekalipun berhubungan lama tetapi kan menikahnya dengan kamu, istrinya. Mengungkit dan membahas masalalu tak akan merubah keadaan menjadi lebih baik. Jadilah istri yg tak banyak menuntut tetapi menunjukkan perubahan yang baik. Bila ingin semakin disayang dan dicintai suami maka istri pun harus makin baik dalam berbakti pada suami. Jangan melakukan hal-hal yg membuat suami tak suka dan lakukan hal-hal yang disukai suami, ^^
Kalaupun masih stalking ketika pas kalian sudah tunangan itu kan sudah berlalu. Ikatan kalian belum halal kala itu dan yang terpenting bagaimana kalian membina ke depannya. Banyak beristighfar dan mendekat kan diri kepada Allaah. Jangan biarkan was² syaithon menguasai dan mudah berprasangka. (Ustadzah Ari)
Problematikanya adalah: tidak terima, membandingkan, menuntut. Astaghfirullah..
Romantikanya adalah: sabar, ikhlas, bersyukur.
FROM & FOR ME:
✓ INTROSPEKSI DIRI. No body perfect. Kekurangan sepaket dengan kelebihan. Saya punya masa lalu, dan suami tidak pernah mengorek atau mengungkit. Karena itu tidak lagi penting, sudahi mimpi buruk, hiduplah untuk masa depan.
✓ IKHLAS. Jadikan ia bagian dari diri kita sekarang. Ini adalah tentang keridhaan terhadap pemberian Nya. Karena Jodoh adalah Takdir Nya.
✓ BERDOA. Karena sebaik-baik penjagaan adalah penjagaan Nya. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.
Always Remember: Membandingkan dirimu dengan orang lain itu nggak fair. Membandingkan dirimu yang dulu dengan yang sekarang itu baru fair. Makanya rugi kalau dirimu sekarang, lebih buruk dari dirimu di masa lalu.

Komentar
Posting Komentar