Jelas bukan hal yang mudah untuk melupakan keburukan orang yang kita cintai saat ini,
Terlebih jika kita tak pernah jatuh dalam keburukan yang serupa di masa lalu ! ! !
Tapi, , ,
Lebih penting mana antara masa lalu atau masa depan?
Lebih utama mana kisahnya yang lalu atau komitmennya padamu di hadapan dan atas nama Nya?
Lebih indah mengorek luka lama atau memperbaiki dan merencanakan kehidupan bersama?
Hanya bila kita sadari bahwa tak seorang pun yg terlahir sempurna.
Kecuali kecintaan kita sendirilah yang membuat orang tampak sempurna.
It's all about your MINE dear, , ,
Kamu juga punya kekurangan di hal lain..
Aduh, jangan lagi mem.blow up kekurangan atau keburukannya Ok.
Untuk yang sudah terlalu akut terikut hanyut pada kehidupan masa lalu seseorang.. saatnya STOP!
STOP kepo-kepo. STOP stalking. STOP mengorek, membahas, pokoknya buang jauh-jauh pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikiran tentang itu.
Hanya akan membuat buang-buang waktu, pikiran, energi. Sangat tidak berguna.
Let's to do anything which useful or a creation. Or anything which making Happy.
Santai..
Kayak : tidur yang lebih berkualitas, shopping, baca buku, mencoba kuliner baru, duduk di kursi dan menaruh kaki di atas meja, nonton film, bermain, berdoa, bermimpi, dan.. dan.. dan..
Bismillah..
Hal yang harus selalu di ingat, di mengerti, di yakini, dan di amiin i.. bahwa dia sudah berkomitmen atas nama Nya untuk menjaga mu Ari.. bahkan terang-terangan menyatakan tidak ada gunanya buat saya kembali kepada mereka, seperti lulusan SMA yang ingin kembali ke SMP, buat apa??
Ya, marriage is learning.
Kamu belajar dari masa lalu mu, dan aku belajar untuk menerima, sehingga kita bersama-sama mencapai sakinah. Amiin
Komentar
Posting Komentar