Bangun pukul setengah tiga
Langsung prepare ke stasiun bersama Abang gojek.
Sampai stasiun jam tiga lebih dua puluh menit.
Nah, duduk bersama orang-orang yang sedang tidur beralaskan bajunya dan bantalan tas.nya.
Duh, malam-malam ku kemarin di beri lebih ya sama Allah. Alhamdulillah..
Kereta berangkat jam lima.
Di tiket sih tulisan nya tanpa tempat duduk. Tapi Alhamdulillah sebentar aja berdiri nya lebih banyak duduk nya.
Sepanjang di kereta ngga bisa tidur sama sekali.
Padahal, hampir di tiap perjalanan aku selalu bubuk.
Sedang banyak hal yang membebani pikiran, dan berat di hati.
Nah, pas di perjalanan Nemu inspirasi tentang cantik. Perempuan mana sih yang tidak suka di bilang cantik sekalipun itu bohong?
Kenapa tiba-tiba terpikir cantik.
Awal yang merupakan tonggak adalah ketika ada seorang yang mengatakan mantan pacar seorang suamiku adalah cantik, pintar dandan, tinggi.
Aku??
Cantik dong,..
Ketika senyum tulus selalu menghiasi bibir, ramah tamah sopan santun selalu menjadi sikap, dan percaya diri.
Aku tau dan aku yakin banyak laki-laki yang sakit hati ketika aku menikah.
Kuncinya waktu itu aku sok cuek, dan percaya diri. Kemana aku yang dulu????!!
Btw belum tuntas penemuan k*ondom misterius di tas suami yang sudah kalong (terpakai) sisa dua.
Ada lagi nih. Hiks hiks.
Motivasi terbesar ke Malang selain mengunjungi ibu mertua, aku udah ngga sabar pengen lihat foto pernikahan yang udah jadi, dan ada rencana buat merapikan kamar kita juga.
Kebiasaan ku sama suami rada beda. Aku paling tidak suka sesuatu yang berantakan dan kotor.
Dan penemuan menyedihkan itu adalah sisa-sisa kenangan suami dengan mantan pacar pacarnya. Lemessss kalau ingat. Marah entah pada siapa.
Komentar
Posting Komentar